The text starts here.

Memaknai Hari Kartini

Setiap tanggal 21 April, Indonesia memperingati hari R.A Kartini. R.A. Kartini yang lahir ditengah keluarga bangsawan mendapatkan pendidikan yang layak sehingga Ia banyak bersentuhan dengan pemikiran-pemikiran modern di eranya. R.A Kartini pada masanya, melihat bahwa wanita-wanita Indonesia terkungkung dengan adat dan tidak memiliki kesetaraan hak dengan laki-laki, hal tersebut berbeda dengan peran wanita di Eropa. Sehingga di tahun 1912, R.A Kartini membangun sebuah sekolah wanita agar wanita-wanita Indonesia lebih terdidik sehingga dapat berpikiran maju dan memerdekakan diri sendiri.

Pada hari bersejarah ini, setiap wanita di PT Eisai Indonesia memperingati hari R.A Kartini dengan menggunakan busana Kebaya sebagi symbol dari perjuangan Ibu R.A. Kartini. Selain itu, setiap individu memiliki pandangan dan arti sendiri mengenai hari Kartini. Berikut merupakan kutipan dari beberapa individu wanita di PT Eisai Indonesia:

“Kartini merupakan symbol dari keberanian untuk perjuangan melawan status quo. Kartini membuka jalan untuk wanita Indonesia sehingga mereka dapat membuktikan diri mereka bahwa mereka mampu melawan tantangan.”

Diena D. Tjiptadi President Director of PT Eisai Indonesia

“Tanpa adanya gerakan Kartini, mungkin pendidikan bagi kaum wanita di Indonesia akan sedikit tertinggal dibanding dengan negara lain. Jadi sudah sewajarnya kaum wanita Indonesia mensyukuri gerakan yang dimulai oleh Kartini sehingga saat ini kaum wanita dapat berpendidikan sama dengan kaum pria”

Riza Syamsinar

“Bagi saya pribadi, saya memandang bahwa perjuangan R.A Kartini tidaklah sia-sia. Saat ini banyak wanita-wanita yang telah mandiri dan berdiri sendiri. Wanita-wanita yang memiliki gagasan-gagasan luar biasa untuk memajukan bangsa, mengharumkan nama negeri dan tidak lagi terkungkung oleh adat. Makna hari Kartini sangat dalam, saya diingatkan kembali bahwa perjuangan untuk memerdekakan diri sebagai wanita tidak akan pernah berhenti dan memiliki peran yang penting untuk memajukan kehidupan disekitarnya. Namun, memaknai Hari Kartini selayaknya bukanlah hanya sekedar seremoni, tetapi memaknainya lebih dengan melihat esensinya yaitu membangun kecerdasan supaya tidak ada lagi “gelap” pada diri dan pikiran. Gelap dalam bentuk ego, gelap dalam bentuk fanatisme, gelap dalam bentuk arogansi, gelap dalam bentuk keterbelakangan. Memaknai Hari Kartini sebagai momentum untuk mengintropeksi diri agar tetap tumbuh dan berkembang dari kemarin, dari hari-hari yang telah berlalu sehingga akan muncul “terang” yang berupa terbebas dari kebodohan, terbebas dari kemiskinan, terbebas dari keterkungkungan, terbebas dari keterbelakangan dan terbebas dari ketergantungan.”

Fransisca Indah Kusuma Wardhani

“Perempuan bumiputera merdeka dan berdiri sendiri.”

R.A.Kartini, Habis Gelap Terbitlah Terang

Selamat Hari Kartini untuk perempuan-perempuan bumiputra!

Kartini Day 2017

Ibu Diena Tjiptadi, Presiden Direktur PT Eisai Indonesia (tengah) bersama dengan karyawan wanita PTEI


Kartini Day 2017

Kantor Pusat PT Eisai Indonesia merayakan hari Kartini dengan mengenakan busana kebaya dan batik